Tampilkan postingan dengan label Info. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 September 2011

Tinta Rahasia (Dari Netdetectiveindonesia.org)


Membuat Tinta yang tidak dapat terlihat (invisible ink) atau tinta rahasia, bukan sulap bukan sihir

Formula 1:

Ammonium chloride 1 gr
Aqua (mungkin maksudnya aquadess) 15 – 20 cc

Ammonium chloride dilarutkan dalam aqua, tampung dalam botol.
Kertas yang ditulisi dengan tinta ini, bila didekatkan pada nyala api yg kecil atau dipres dgn setrika panas, maka tulisan tersebut akan tampak.

Formula 2:

Caustic potas 100 mg
Phenolphtalein 400 mg
Aceton 35 cc
Aqua 64 cc

Caustic potas dilarutkan dalam air 50 cc, lalu phenolphtalein 400 mg yg dilarutkan dalam aqua 64 cc dan aceton 35 cc.
Campurkan dan tampung dalam botol. Kertas yang ditulis dengan tinta ini akan tampak tulisannya bila ditiupkan atau didekatkan dengan uap ammonia.

Formula 3:

Cobalt chloride 1 gr
Mucilago of acacia 1 gr
Aqua 1 oz

Campur ketiga bahan tersebut, larutkan, tampung dalam botol. Kertas yang ditulisi tinta ini akan berwarna biru bila dipanaskan, dan akan menghilang kembali bila didinginkan.

Formula 4

Cobalt chloride 10 gr
Gliserin 2 gr
Aqua 88 cc

Campur ketiga bahan tersebut, lalu tampung dalam botol. Kertas yang ditulisi tinta ini pada waktu mengering tulisannya akan hilang, yang kemudian bisa timbul kembali bila didekatkan diatas api.

Jumat, 15 Juli 2011

Sandi Vigenère

Sandi Vigenère adalah metode menyandikan teks alfabet dengan menggunakan deretan sandi Caesar berdasarkan huruf-huruf pada kata kunci. Sandi Vigenère merupakan bentuk sederhana dari sandi subtitusi polialfabetik. Kelebihan sandi ini dibanding sandi Caesar dan sandi monoalfabetik lainnya adalah sandi ini tidak begitu rentan terhadap metode pemecahan sandi yang disebut analisis frekuensi. Giovan Batista Belaso menjelaskan metode ini dalam buku La cifra del. Sig. Giovan Batista Belaso (1553); dan disempurnakan oleh diplomat Perancis Blaise De Vigenere, pada 1586. Pada abat ke-19, banyak orang yang mengira Vigenère adalah penemu sandi ini, sehingga, sandi ini dikenal luas sebagai "sandi Vigenère".
 
Sandi ini dikenal luas karena cara kerjanya mudah dimengerti dan dijalankan, dan bagi para pemula sulit dipecahkan. Pada saat kejayaannya, sandi ini dijuluki le chiffre indéchiffrable (bahasa Prancis: 'sandi yang tak terpecahkan'). Metode pemecahan sandi ini baru ditemukan pada abad ke-19. Pada tahun 1854, Charles Babbage menemukan cara untuk memecahkan sandi Vigenère. Metode ini dinamakan tes Kasiski karena Friedrich Kasiski-lah yang pertama mempublikasikannya.

Sandi Vigenère sebenarnya merupakan pengembangan dari sandi Caesar. Pada sandi Caesar, setiap huruf teks terang digantikan dengan huruf lain yang memiliki perbedaan tertentu pada urutan alfabet. Misalnya pada sandi Caesar dengan geseran 3, A menjadi D, B menjadi E and dan seterusnya. Sandi Vigenère terdiri dari beberapa sandi Caesar dengan nilai geseran yang berbeda.
Tabel Vigenère

Untuk menyandikan suatu pesan, digunakan sebuah tabel alfabet yang disebut tabel Vigenère (gambar). Tabel Vigenère berisi alfabet yang dituliskan dalam 26 baris, masing-masing baris digeser satu urutan ke kiri dari baris sebelumnya, membentuk ke-26 kemungkinan sandi Caesar. Setiap huruf disandikan dengan menggunakan baris yang berbeda-beda, sesuai kata kunci yang diulang
Misalnya, teks terang yang hendak disandikan adalah perintah "Serbu Berlin":
serbuberlin
Sedangkan kata kunci antara pengirim dan tujuan adalah "Pizza"
"PIZZA" diulang sehingga jumlah hurufnya sama banyak dengan teks terang:
PIZZAPIZZAP
Huruf pertama pada teks terang, S, disandikan dengan menggunakan baris berjudul P, huruf pertama pada kata kunci. Pada baris P dan kolom S di tabel Vigenère, terdapat huruf H. Demikian pula untuk huruf kedua, digunakan huruf yang terletak pada baris I (huruf kedua kata kunci) dan kolom E (huruf kedua teks terang), yaitu huruf M. Proses ini dijalankan terus sehingga
Teks terang:
serbuberlin
Kata kunci:
PIZZAPIZZAP
Teks bersandi:
HMQAUQMQKIC
Proses sebalinya (disebut dekripsi), dilakukan dengan mencari huruf teks bersandi pada baris berjudul huruf dari kata kunci. Misalnya, pada contoh diatas, untuk huruf pertama, kita mencari huruf H (huruf pertama teks tersandi) pada baris P (huruf pertama pada kata kunci), yang terdapat pada kolom S, sehingga huruf pertama adalah S. Lalu M terdapat pada baris I di kolom E, sehingga diketahui huruf kedua teks terang adalah E, dan seterusnya hingga didapat perintah "serbuberlin".
Enkripsi (penyandian) dengan sandi Vigenère juga dapat dituliskan secara matematis, dengan menggunakan penjumlahan dan operasi modulus, yaitu:

C_i \equiv (P_i + K_i) \mod 26

atau C = P + K - 1 kalau jumlah dibawah 26 & - 27 kalau hasil jumlah diatas 26
dan dekripsi,

P_i \equiv (C_i - K_i) \mod 26

atau P = C - K + 1 kalau hasilnya positif & + 27 kalau hasil pengurangan minus

Keterangan: Ci adalah huruf ke-i pada teks tersandi, Pi adalah huruf ke-i pada teks terang, Ki adalah huruf ke-i pada kata kunci, dan mod adalah operasi modulus (sisa pembagian).

Sumber : wikipedia

Minggu, 03 Juli 2011

5 Macam Chiper Code

1. Cipher Klasik.

Sejarah Cipher pena dan kertas pada waktu lampau sering disebut sebagai cipher klasik.
Contoh:
- Cipher transposisi (Anagram) atau pengacakan huruf pada sebuah kata.
Misal, kata DAUN MUDA ditransposisi menjadi MANA DUDU atau MADU ADUN.


2. Caesar Cipher (Cipher Substitusi)

Ini adalah algoritma kriptografi yang mula-mula digunakan oleh kaisar
Romawi, Julius Caesar (sehingga dinamakan juga caesar chiper), untuk
menyandikan pesan yang ia kirim kepada para gubernurnya. Setiap huruf
digeser maju sebanyak tiga huruf. Dan untuk mendekripsi cipherteks
cukup dengan menggeser mundur sebanyak tiga huruf.
Misalnya, tiap huruf disubstitusi dengan huruf ketiga berikutnya dari
susunan abjad. Dalam hal ini kuncinya adalah jumlah pergeseran huruf
(yaitu key = 3).
Tabel substitusi: (A = D)

pl : A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
ci : D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z A B C

Contoh:
DAUN MUDA
disamarkan menjadi:
GDXQ PXGD


3. Sandi Geser (Shift Cipher)
Sandi geser (shift cipher) merupakan generalisasi dari Sandi Caesar,
yaitu tidak membatasi pergeseran sebanyak tiga huruf. Jadi ada
sebanyak 26 kunci pergeseran yang bisa digunakan.
Khusus untuk K = 13 sering disebut dengan Sandi ROT-13. Kata ROT-13
diambil dr bhs Inggris yg artinya adalah Rotate by 13. Sebenernya ini mirip Caesar Chiper, bahkan sangat mirip! klo misalnya di Caesar Cipher kita bebas menentukan key nya, nah di ROT-13 tu key-nya adalah 13, jadi abjad di geser 13 digit. jadi tidak ada key untuk cipher ini.

Plaintext A BCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ
Ciphertext N OPQRSTUVWXYZABCDEFGHIJKLM

4. Sandi Permutasi (Transposisi)

Sandi Permutasi sering juga disebut dengan sandi transposisi, sebab
metode enkripsi yang digunakan tidak seperti pada algoritma sandi
pada umumnya, tetapi dengan mengganti urutan huruf pada plainteks.

Ada banyak metode dan variasi sandi transposisi. Berikut ini diberikan beberapa contohnya.
Contoh. Diberikan plainteks “BELAJAR SANDI ITU MUDAH”. Selanjutnya
tulis plainteks secara horizontal dengan lebar kolom tetap, misalkan lebarnya 5, dalam hal ini kuncinya adalah 5. Diperoleh:

B E L A J
A R S A N
D I I T U
M U D A H

Maka cipherteksnya dibaca secara vertikal, yaitu “BADMERIULSIDAATAJNUH”.
Metode lainnya bisa ditulis secara zig-zag, melingkar, dan sebagainya. Makanya banyak yg menyebutnya Sandi Ular.


5. cipher feedback(CFB)
Pada mode cipher feedback, data dienkripsikan dalam unit yang lebih kecil daripada ukuran blok, misalnya dienkripsikan satu karakter setiap kalinya (ini disebut CFB 8-bit). Unit yang dienkripsikan dapat berupa bit per bit (jadi seperti cipher aliran), 2 bit, dan seterusnya. Secara umum, CFB n-bit mengenkripsi plainteks sebanyak n bit setiap kalinya, yang mana n <= ukuran blok.
Dengan kata lain, CFB mengenkripsikan cipher blok seperti pada cipher aliran.

Mode CFB membutuhkan sebuah antrian (queue) yang berukuran sama dengan ukuran blok masukan.

Tinjau mode CFB 8-bit yang bekerja pada blok cipher berukuran 64-bit (setara dengan 8 byte). Algoritma enkripsi dengan mode CFB adalah sbb (lihat Gambar 1):
1. Antrian diisi dengan IV (initialiazation vector) seperti pada mode CBC.
2. Enkripsikan antrian dengan kunci K. Delapan bit paling kiri dari hasil enkripsi berlaku sebagai keystream yang kemudian di-XOR-kan dengan karakter 8-bit dari plainteks menjadi karakter 8-bit pertama dari cipherteks. Karakter cipherteks ini dikirim (pada aplikasi komunikasi data) atau disimpan (pada aplikasi penyimpanan data). Salinan (copy) dari karakter cipherteks ini juga dimasukkan ke dalam antrian (menempati 8 posisi bit paling kanan antrian), dan semua bit bit-bit lainnya di antrian digeser ke kiri menggantikan 8 bit pertama yang sudah digunakan.
3. Karakter plainteks berikutnya dienkripsikan dengan cara yang sama seperti pada langkah 2.
4. Dekripsi dilakukan sebagai kebalikan dari proses enkripsi. 
  

 Sumber : Net Detective Indonesia

Senin, 30 Mei 2011

Tentang Kami

D (Secret Society) atau sering kami singkat DSS adalah sebuah game teka teki ala para detektif gadungan. Game ini di awali oleh sekelompok remaja idiot yang sangat terobsesi dengan hal hal berbau teka teki dan selalu "bermimpi" bisa menjadi seorang detektif hebat seperti : Sherlock holmes, Hercule poirot, L lawliet, Shinichi kudo dll (walaupun kami sendiri sadar hal seperti itu "hampir" dapat di kategorikan mustahil di dunia sampah ini).
Pada awalnya, game ini hanyalah sebuah game tebak tebakan sederhana yang biasa kami lakukan sehabis sholat magrib, tujuannya hanya satu, untuk mengisi waktu luang dan refreshing menjelang Ujian Nasional 2011. Tapi, seiring waktu yang terus berjalan, entah apa sebabnya, game ini terus berkembang, game yang pada masa masa awal berdirinya hanya di ikuti 6 orang "pecundang" dari tanah Borneo kini sudah di ikuti hampir 30 orang peserta yang tersebar di 3 pulau besar di Indonesia, memang siih, 30 bukan sebuah angka yang banyak bagi sebuah grup detektif gadungan, Namun, bagi kami para pecundang ini, angka itu adalah sebuah prestasi yang sangat sangat membanggakan, tanpa game ini, mustahil bagi orang orang antisosial seperti kami bisa mengenal satu sama lain, mustahil bagi "sampah" seperti kami untuk bisa berteman akrab dengan orang orang pulau lain (karena bahkan di tempat kami sendiri, teman yang kami miliki tidak mencapai 50 orang),,,
Pada masa masa awal berdirinya, tidak sedikit orang yang mencibir game ini, mereka bilang, kami adalah kumpulan orang orang aneh yang sengaja membuat rumit suatu masalah (karena kami selalu memikirkan jawaban setiap kasus dan teka teki,yang tentunya tidak menghasilkan uang berjuta juta).
Tapi,apapun yang mereka bilang, kami tidak akan pernah perduli, kami ini binatang jalang, dari kumpulannya terbuang, walau apapun yang manusia bilang, kami tetap meradang menerjang...
Sebuah kalimat terakhir dari kami : Di bawah kolong langit ini,tidak ada satu pun teka teki yang tidak bisa kita pecahkan, asal kita mau berpikir sejenak dan berusaha memecahkannya..
Ttd.Kotak hitam. "